Dalam arahannya, Presiden menilai Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas nasional meski dunia menghadapi ketidakpastian.
“Kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita. Kita dapat navigasi melalui hal-hal yang berbahaya, tapi satu setengah tahun ini alhamdulillah kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, pemerintah kita andal, dan pemerintah kita dapat melaksanakan tugas bernegara dengan benar dan baik,” ujar Presiden.
Tiga Ancaman Krisis Global
Selanjutnya, Presiden kembali mengingatkan potensi krisis global yang telah lama diprediksi. Ia menyebut tiga sektor utama yang menjadi perhatian dunia, yaitu pangan, energi, dan air. Proyeksi tersebut juga tercantum dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui program SDGs.
“Di mana berapa tahun yang lalu PBB sudah meramalkan bahwa krisis dunia, krisis yang akan melanda seluruh dunia adalah tiga hal yaitu krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Food, energy, and water ini sudah dicanangkan oleh PBB,” tutur Presiden.
Di sisi lain, dinamika global turut memengaruhi sektor energi. Konflik di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, mendorong kenaikan harga energi dunia. Meski demikian, pemerintah menilai kondisi Indonesia masih terkendali.
“Saya telah mempelajari data-data dan angka-angka, dan dalam kesempatan hari ini saya dapat laporan dari menteri-menteri saya, ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tapi kita mampu menghadapi dan mampu mengatasinya,” tegasnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah menyiapkan langkah strategis dalam jangka pendek. Fokus utama diarahkan pada pengendalian konsumsi energi selama periode krusial satu tahun ke depan.
“Sebagian langkah-langkah untuk kita kendalikan konsumsi daripada bahan bakar untuk jangka pendek ini. Jangka pendek yang saya anggap kritis adalah 1 tahun ke depan ini, 12 bulan ke depan. Sesudah 12 bulan, kita akan menjadi sangat kuat. Intinya sekarang kita siap, kita kuat menghadapi satu tahun ini,” ungkap Presiden.
Selain itu, pemerintah memastikan perlindungan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas. Kebijakan subsidi energi akan tetap diberikan kepada kelompok yang membutuhkan.
“Untuk BBM yang bersubsidi, kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80 persen rakyat kita. Tapi pada saatnya, orang-orang kuat, orang-orang kaya, kalau mau pakai bensin yang mahal, dia harus bayar harga pasar,” ujar Presiden.
Dorong Kemandirian Energi
Lebih lanjut, pemerintah mendorong percepatan transformasi menuju kemandirian energi nasional. Pemanfaatan sumber daya domestik dan energi terbarukan menjadi fokus utama.
“Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih baik, harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, tidak boleh ada kebocoran, tidak boleh ada korupsi,” tegas Presiden.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional. Selain itu, kebijakan yang diambil diharapkan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
