Harapan Mitra terhadap Kepastian Mekanisme
Masukan juga datang dari Badeng, yang berharap sistem kemitraan ke depan memberikan kepastian bagi seluruh mitra.
“Sebelum ada perubahan sistem kemitraan, mekanisme yang kami jalankan sudah kami pahami. Berapa pun kewajiban yang ditetapkan perusahaan, kami selalu berupaya memenuhinya. Karena itu kami berharap sistem yang akan diterapkan ke depan memiliki kepastian sehingga mitra dapat menjalankan usaha dengan tenang,” kata Badeng.
Menurutnya, kepastian mekanisme akan mempermudah mitra dalam menjalankan operasional sekaligus memberikan rasa aman dalam menjalankan kerja sama dengan perusahaan.
Agus Kusni Minta Mekanisme Disampaikan Lebih Sederhana
Pandangan lain disampaikan Agus Kusni, yang mengaku awalnya mempertanyakan alasan penyesuaian sistem kemitraan karena mekanisme sebelumnya telah berjalan cukup baik.
“Awalnya kami bertanya mengapa perubahan ini dilakukan sekarang, padahal regulasinya sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Setelah dijelaskan, kami memahami bahwa perusahaan harus menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku. Pada dasarnya kami siap mengikuti kebijakan tersebut,” ujar Agus.
Meski demikian, ia berharap penyampaian mekanisme baru dibuat lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami seluruh mitra.
“Banyak mitra yang belum memahami istilah-istilah seperti PPh, PPN, maupun administrasi lainnya. Harapan kami, penjelasannya dibuat lebih sederhana sehingga mudah dipahami. Kalau komunikasinya jelas, saya yakin seluruh mitra akan mendukung kebijakan perusahaan,” tambahnya.
Menutup sesi diskusi, Agus Kusni, menyampaikan harapannya agar transformasi kemitraan yang tengah dijalankan perusahaan tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya operasional yang ditanggung para mitra.
Menurutnya, salah satu harapan terbesar mitra adalah adanya penyesuaian harga bandwidth agar operasional usaha menjadi lebih ringan.
“Harapan kami, ke depan harga bandwidth bisa lebih terjangkau sehingga beban operasional mitra ikut berkurang. Dengan biaya yang lebih efisien, kami juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus mengembangkan usaha dengan lebih baik,” ujar Agus Kusni.
Forum Dialog dan Evaluasi Bersama
Selama sosialisasi berlangsung, berbagai pertanyaan muncul dari peserta mengenai sistem administrasi, mekanisme kemitraan, pengelolaan pelanggan, hingga peluang pengembangan usaha.
Manajemen PT PLB NET menyatakan seluruh masukan yang disampaikan mitra akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan program transformasi kemitraan.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang terbuka, memberikan pendampingan kepada mitra, serta menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berharap tercipta kesamaan persepsi antara manajemen dan mitra sehingga proses transformasi kemitraan dapat berjalan sesuai tujuan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan perusahaan serta peningkatan layanan internet yang selaras dengan ketentuan regulasi yang berlaku. (Red).Â











