JAKARTA, ARTISTIKNEWS.COM – Dugaan persoalan hubungan pribadi yang menyeret nama Bupati Mimika, Johanes Rettob, memasuki tahap baru. Seorang perempuan berinisial Mawar memilih menempuh jalur adat dengan melaporkan persoalan tersebut kepada Dewan Adat Kepulauan Kei.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meminta penyelesaian melalui mekanisme adat yang berlaku di lingkungan masyarakat Kei. Mawar menilai proses adat menjadi jalur yang dapat ditempuh untuk menyampaikan tuntutannya terkait persoalan yang ia sampaikan kepada publik.
Persoalan itu kini menarik perhatian karena melibatkan kepala daerah aktif dan membawa ranah penyelesaian ke lembaga adat.
Mawar Pilih Menempuh Mekanisme Adat
Mawar mengaku memilih jalur adat karena merasa memiliki hak sebagai bagian dari masyarakat Kei. Menurutnya, penyelesaian melalui Dewan Adat menjadi langkah yang sesuai dengan nilai dan aturan yang berlaku dalam komunitasnya.
Ia mengatakan akan menyampaikan persoalan tersebut kepada para raja yang tergabung dalam Dewan Adat Kepulauan Kei.
“Saya perempuan Kei dan berhak menuntut beliau melalui sidang adat yang akan diadakan Dewan Adat para Raja di Kei,” ujar Mawar, Sabtu (3/5/2025).
Keputusan menggunakan mekanisme adat menandai tahapan baru dari persoalan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di berbagai media. Selain menjadi proses sosial, jalur tersebut juga dinilai sebagai bentuk upaya memperoleh penyelesaian yang dianggap sesuai oleh pihak pelapor.
Mawar Mengaku Memiliki Hubungan yang Sudah Lama Terjalin
Dalam keterangannya, Mawar menyebut hubungan antara dirinya dengan Johanes Rettob telah berlangsung sejak Johanes masih menjabat sebagai Wakil Bupati.
Ia mengklaim komunikasi berlangsung secara intens dalam kurun waktu tertentu. Menurut pengakuannya, interaksi dilakukan melalui sambungan video dan pertukaran pesan singkat.
Selain komunikasi rutin, Mawar juga menyebut dirinya pernah bertemu langsung dengan Johanes Rettob di salah satu hotel yang berada di kawasan Kemayoran.
“Hubungan kami sudah lama. Bukti percakapan dan dokumentasi ada, tetapi belakangan beliau ingkar janji,” jelas Mawar.
Keterangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari dasar yang ia gunakan dalam menyampaikan laporannya melalui jalur adat.
Di sisi lain, informasi tersebut masih merupakan pengakuan dari pihak Mawar yang hingga saat ini belum memperoleh tanggapan langsung dari Johanes Rettob.
Mengaku Sulit Menghubungi Johanes Rettob
Mawar juga menyatakan dirinya telah berupaya menghubungi Johanes Rettob melalui sejumlah jalur komunikasi.
Namun, menurut pengakuannya, usaha tersebut belum menghasilkan respons.
Ia menyebut telah mencoba menghubungi melalui sambungan telepon dan pesan singkat. Meski demikian, komunikasi yang diharapkan tidak terjadi.
Situasi tersebut kemudian mendorongnya mengambil langkah lain dengan membawa persoalan ke Dewan Adat Kepulauan Kei. Pilihan itu diambil setelah ia merasa kesulitan memperoleh penjelasan langsung dari pihak yang bersangkutan.
Mengaku Didatangi Pihak Ketiga
Selain menyampaikan dugaan hubungan yang pernah terjalin, Mawar juga mengaku sempat didatangi pihak lain yang disebut memiliki kedekatan dengan Johanes Rettob.
Menurut pengakuannya, pendekatan itu dilakukan saat persoalan mulai berkembang. Mawar mengaku menolak upaya tersebut karena merasa tersakiti dengan situasi yang dihadapinya.
Ia juga memperlihatkan pesan yang disebut berasal dari William Harlen.
“Pesan itu memperingatkan saya agar tidak mengganggu beliau karena situasi di Papua sangat berisiko dan menjadi perhatian pemerintah Indonesia,” ujarnya.
Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan Mawar kepada media. Meski demikian, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut.
Klaim Bukti Masih Disimpan
Mawar menegaskan bahwa dirinya masih menyimpan sejumlah bukti yang menurutnya berkaitan dengan hubungan tersebut. Ia menyebut bukti itu mencakup percakapan serta dokumentasi yang menggambarkan kedekatannya dengan Johanes Rettob.
Menurut Mawar, dokumen yang dimilikinya dapat digunakan sebagai bagian dari pertanggungjawaban atas pernyataannya.
“Bukti-bukti ini menunjukkan perjalanan hubungan kami dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Mawar.
Keberadaan bukti yang disebutkan tersebut menjadi salah satu dasar yang ia sampaikan kepada publik dan akan dibawa dalam proses yang direncanakan melalui mekanisme adat.
Belum Ada Tanggapan dari Johanes Rettob
Sementara itu, hingga informasi ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Johanes Rettob terkait berbagai pernyataan yang disampaikan Mawar.
Redaksi telah berupaya menghubungi Johanes Rettob melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp. Nomor yang dituju disebut dalam keadaan aktif. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan yang diberikan.
Karena itu, informasi dalam pemberitaan ini masih menunggu penjelasan atau klarifikasi dari pihak Johanes Rettob guna menjaga prinsip keberimbangan informasi.
Perkembangan lebih lanjut mengenai persoalan tersebut masih menunggu proses yang akan berlangsung melalui Dewan Adat Kepulauan Kei maupun respons resmi dari pihak terkait. (Red-AN).
Meta Description:
Dugaan hubungan pribadi yang menyeret nama Bupati Mimika Johanes Rettob memasuki babak baru setelah Mawar melaporkan persoalan itu ke Dewan Adat Kei.











