Posted in

Nabil Jayabaya dan Istri Dengarkan Keluhan Warga Palendeng soal Jalan

Redaksi, Artistik News
H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istri hadir di tengah warga Kampung Palendeng saat pembangunan jalan swadaya
H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istri berfoto dengan ibu-ibu warga Kampung Palendeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. Sumber foto: Dokumentasi (Istimewa)

Kehadiran Nabil dan Istri Bawa Suasana Haru

Agus Kusni juga menceritakan suasana saat H. Moch. Nabil Jayabaya dan istrinya berada di tengah warga. Ia menyebut perhatian keduanya membuat sejumlah masyarakat merasa tersentuh.

“Terus terang, suasana tadi cukup mengharukan. Kedatangan Pak H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istrinya membuat beberapa ibu dan bapak yang hadir sampai meneteskan air mata. Mereka merasa senang dan terharu karena keluhan serta kebutuhan masyarakat didengarkan secara langsung,” ujar Agus.

Bagi Agus, kehadiran langsung seseorang di tengah masyarakat memiliki arti tersendiri. Terlebih ketika warga mendapat kesempatan menyampaikan kondisi yang mereka hadapi.

“Bagi masyarakat kecil, ketika ada yang datang langsung, mau mendengarkan keluhan mereka dan melihat kondisi yang mereka hadapi, itu memiliki arti yang besar. Saya melihat sendiri bagaimana warga merasa tersentuh dengan perhatian Pak Nabil dan istrinya,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istrinya ketika melihat kondisi masyarakat. Menurut Agus, keduanya sama-sama menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan warga.

“Yang membuat kami bangga adalah kekompakan mereka. Suami dan istri sama-sama mau turun ke bawah, mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, melihat kondisi secara langsung, kemudian ikut memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk membantu,” tuturnya.

Pembangunan Jalan Masih Butuh Dukungan

Agus menjelaskan, pembangunan jalan Kampung Palendeng berlangsung melalui swadaya dan gotong royong masyarakat. Jalan tersebut membentang sekitar 1.300 meter.

Warga telah mengecor sekitar 600 meter. Adapun sekitar 700 meter lainnya masih membutuhkan penyelesaian.

“Pembangunan jalan ini merupakan kebutuhan masyarakat. Semua masyarakat tentu ingin memiliki akses jalan yang baik. Karena itu, kami berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan yang sudah dimulai secara swadaya ini bisa diselesaikan,” katanya.

Agus berharap perhatian kepada masyarakat terus berlanjut melalui komunikasi. Ia juga ingin kekompakan warga dan berbagai pihak tetap terjaga.

“Kami berharap kekompakan seperti ini terus terjaga. Masyarakat kompak, Pak Nabil dan istrinya juga kompak. Kalau semua saling mendukung dan mau mendengarkan masyarakat, insyaallah pembangunan yang menjadi kebutuhan warga bisa terus diperjuangkan,” pungkasnya.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Warga Palendeng

Pengecoran jalan poros desa menjadi salah satu bentuk kepedulian warga terhadap kebutuhan bersama. Masyarakat mengerjakan pembangunan tersebut secara gotong royong dengan kemampuan yang mereka miliki.

Semangat tersebut diharapkan terus bertahan hingga seluruh ruas jalan selesai. Selain itu, masyarakat berharap dukungan dari berbagai pihak dapat membantu mempercepat penyelesaian jalan sepanjang sekitar 1.300 meter itu.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Sindangwangi Aup Marup, H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istri, Agus Kusni selaku Koordinator Pembangunan Swadaya Masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Mustopa anggota DPRD Kabupaten Lebak, Iptu Deni Kusnadi  Polsek Muncang, Edih Lesmana  Ekbang. Sos Kecamatan Muncang, serta puluhan warga Kampung Palendeng.

Kehadiran H. Moch. Nabil Jayabaya bersama istrinya menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan pembangunan jalan tersebut. Warga tetap mengandalkan gotong royong untuk melanjutkan pengecoran ruas jalan yang masih tersisa.

Dengan semangat masyarakat dan perhatian berbagai pihak, warga berharap seluruh ruas jalan dapat selesai. Akses yang lebih baik nantinya diharapkan mendukung aktivitas masyarakat Kampung Palendeng dan sekitarnya.

(Red)

Terbaru Lainnya

```

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya