Posted in

Kemensos Genjot Pemberdayaan Sosial, Fokus Dorong Kemandirian KPM

Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono berada di ruang rapat Kantor Kemensos, Jakarta, saat memimpin pembahasan strategi pemberdayaan sosial dan percepatan kemandirian KPM. (Sumber: kemensos.go.id).

JAKARTA, ARTISTIKNEWS.com – Kementerian Sosial terus memperkuat strategi pemberdayaan sosial untuk mendorong kemandirian masyarakat rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa seluruh program harus saling terhubung dan berorientasi pada graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Senin (4/5/2026).

Pernyataan itu ia sampaikan dalam rapat dinas hybrid di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Selain itu, ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus menghasilkan dampak nyata.

Integrasi Program Jadi Prioritas

Pertama, Gus Ipul menekankan pentingnya integrasi program. Ia meminta seluruh unit kerja menghubungkan bantuan sosial reguler, ATENSI, dan bantuan kebencanaan dalam satu arah kebijakan.

Ia menegaskan, “Graduasi menjadi ukuran kinerja utama. Karena itu, semua unit harus mengarahkan program menuju kemandirian penerima manfaat.”

Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa setiap intervensi harus memiliki kesinambungan. Dengan demikian, bantuan tidak berhenti pada penyaluran saja, tetapi terus berlanjut hingga penerima mandiri.

Ia menambahkan, “Setiap bansos harus terhubung dan memiliki benang merah menuju graduasi.”

Kolaborasi dan Pendampingan Diperkuat

Selain integrasi program, Kemensos juga memperkuat kolaborasi sumber daya manusia. Pendamping PKH, pendamping rehabilitasi sosial, dan SDM sentra kini bekerja secara terpadu.

Dengan pendekatan ini, program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Bahkan, koordinasi lintas fungsi mampu mempercepat proses pemberdayaan.

Gus Ipul menjelaskan, “Semua unsur harus bekerja sebagai satu tim. Pendamping PKH dan SDM lainnya bisa bersama-sama menjalankan program pemberdayaan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya