Namun demikian, ia juga mengingatkan agar pola bantuan lama ditinggalkan. Ia menolak pendekatan bantuan yang hanya bersifat sesaat.
Ia menegaskan, “Tidak boleh lagi hit and run. Setelah bantuan diberikan, harus ada evaluasi dan tindak lanjut.”
Target Graduasi dan Anggaran Ditingkatkan
Di sisi lain, Kemensos menetapkan target graduasi 380.000 KPM per tahun. Selain itu, pemerintah menambah target Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) sebanyak 150.000 KPM.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah meningkatkan anggaran PPSE 2026 menjadi Rp876 miliar. Bahkan, tambahan anggaran sebesar Rp795 miliar turut memperkuat program ini.
Karena itu, Gus Ipul meminta seluruh jajaran segera bergerak cepat. Ia mendorong langkah konkret agar target tercapai tepat waktu.
Ia menegaskan, “Sederhanakan proses bisnis, libatkan pemda dan kementerian terkait, serta susun strategi pencapaian target.”
Fokus pada Dampak Nyata
Akhirnya, Kemensos menilai keberhasilan program dari hasil nyata. Pemerintah mengukur kinerja dari jumlah KPM yang berhasil mandiri.
Oleh sebab itu, seluruh program harus menghasilkan perubahan yang jelas. Tidak hanya membantu sementara, tetapi juga mendorong kemandirian jangka panjang.
Dengan strategi ini, Kemensos optimistis mampu mempercepat pengentasan kemiskinan. Selain itu, pendekatan terintegrasi diyakini akan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Sumber: kemensos.go.id).
