Petugas Damkar Juga Mendapat Undangan
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga menghadirkan kebanggaan bagi Gatot Santoso dan Ruly Nur Efendi. Keduanya bertugas pada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Gatot telah sekitar 15 tahun bertugas di bidang operasi. Sementara itu, Ruly mengabdi sekitar 20 tahun pada bidang operasi penyelamatan.
Pekerjaan mereka menuntut kesiapsiagaan setiap saat. Mereka bersama rekan-rekannya harus siap memberikan bantuan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Ruly merasa bangga ketika mendapat undangan untuk menghadiri upacara di Istana. Ia memandang undangan tersebut sebagai sebuah kehormatan.
“Perasan saya pribadi sangat luar biasa. Sebuah kehormatan bisa diundang ke Istana yang begitu megah, dan mudah-mudahan, teman-teman kami juga banyak, lebih banyak lagi nanti untuk diundang di Istana. Harapannya semoga di tahun yang ke-81 tahun ini, Indonesia lebih maju, lebih sukses, dan lebih bermasyarakat. Dan untuk Bapak Presiden, terima kasih atas semua yang diberikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan Indonesia makin jaya,” katanya.
Gatot Sebut Undangan sebagai Kehormatan
Gatot juga merasakan kebanggaan atas kesempatan tersebut. Menurutnya, undangan untuk menghadiri upacara kemerdekaan menjadi kehormatan bagi keluarga besar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, wabil khusus Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, tentunya sudah dipercaya, sudah sangat diberikan kehormatan untuk dapat mengikuti kegiatan Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya apalagi ini konteksnya adalah di istana Presiden,” tutur Gatot.
Pengalaman kelima warga tersebut menunjukkan sisi lain dari peringatan kemerdekaan. Mereka menjalankan pekerjaan masing-masing untuk melayani masyarakat dan memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Memaknai Kemerdekaan dari Pekerjaan Sehari-hari
Bagi mereka, kemerdekaan tidak hanya hadir melalui upacara atau rangkaian perayaan. Kemerdekaan juga mereka rasakan melalui kesempatan bekerja, mencari nafkah, memberikan pelayanan, serta membantu orang lain.
Zulkifli dan Mulyadi menjalankan profesi sebagai ojek pangkalan. Wasuri melayani pelanggan di kedai kopi. Sementara Gatot dan Ruly menjalankan tugas kemanusiaan melalui pelayanan kebakaran dan penyelamatan.
Pengalaman mereka di HUT ke-81 Kemerdekaan RI memberikan makna tersendiri. Mereka yang selama ini berada di sekitar kawasan Istana kini mendapat kesempatan memasuki tempat tersebut sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Bagi Gatot, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas. Kemerdekaan berarti ketika sebuah bangsa mampu berdiri sendiri dan menentukan arah kehidupannya.
Kehadiran warga dari berbagai profesi dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa momentum HUT RI menjadi milik seluruh masyarakat. Setiap orang dapat mengambil bagian sesuai peran dan pekerjaannya masing-masing.











