Menurut Presiden, usulan pembangunan tersebut telah diajukan pemerintah daerah dan dinilai sangat mendesak karena tingginya kepadatan lalu lintas.
“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover, karena Bekasi ini juga padat ya, dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak, jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” ungkap Presiden.
Ribuan Perlintasan Jadi Fokus Perbaikan
Presiden juga mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah telah menginstruksikan percepatan perbaikan melalui berbagai pendekatan.
Selain pembangunan flyover, langkah lain yang akan dilakukan mencakup penambahan pos penjagaan dan peningkatan sistem keamanan di lokasi rawan.
“Sekarang sudah lah kita selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya, lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover,” lanjutnya.
Kondisi Korban dan Kompensasi
Terkait korban kecelakaan, Presiden memastikan bahwa sebagian besar telah mendapatkan perawatan medis dengan baik. Bahkan, beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
“Sebagian sudah dikembalikan, sebagian sudah diurus, pokoknya semuanya sudah diurus.” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan bahwa kompensasi akan diberikan kepada para korban sesuai aturan yang berlaku. Hal ini menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam menangani dampak kecelakaan.
“Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya,” tutup Presiden. (sumber: seskab.go.id).
