Posted in

Kejurnas Hoki Ruangan 2026 Digelar di Banten, Diikuti 12 Provinsi

Redaksi, Artistik News
Andra Soni membuka Kejurnas Hoki Ruangan 2026 di Banten
Gubernur Banten Andra Soni membuka Kejurnas Hoki Ruangan 2026 di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, Minggu, 23 Agustus 2026. Sumber foto: https://bantenprov.go.id (Istimewa)

12 Provinsi Turut Bertanding

Kejurnas Hoki Ruangan 2026 mempertemukan 12 kontingen dari berbagai daerah. Banten menjadi salah satu peserta sekaligus tuan rumah dalam kejuaraan tersebut.

Kontingen yang mengikuti kompetisi terdiri atas Banten, Sumatra Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Peserta lainnya berasal dari D.I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Barat.

Kehadiran 12 provinsi membuat kompetisi ini menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan masing-masing. Selain itu, pertandingan juga memberi kesempatan kepada para atlet untuk memperoleh pengalaman dalam persaingan tingkat nasional.

Poin Kejurnas Bernilai Strategis

Ketua Umum FHI Pusat Budi Sulistijono mengapresiasi antusiasme terhadap penyelenggaraan Kejurnas Hoki Ruangan di Banten. Ia menilai kompetisi tersebut memiliki arti penting bagi para atlet.

Budi menjelaskan bahwa perolehan poin dalam kejurnas memiliki nilai strategis. Poin tersebut bahkan memiliki bobot lebih tinggi dibandingkan PON ataupun SEA Games untuk penentuan peringkat.

“Kejurnas ini sangat strategis karena perolehan poinnya lebih tinggi daripada PON ataupun SEA Games untuk penentuan peringkat,” ungkap Budi.

Dengan sistem tersebut, hasil pertandingan tidak hanya menentukan posisi peserta dalam kompetisi. Perolehan poin juga memiliki kaitan dengan pemeringkatan atlet.

Poin Kejurnas Berpengaruh pada Kualifikasi Olimpiade

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari turut menjelaskan pentingnya Kejurnas bagi perjalanan atlet hoki Indonesia. Menurutnya, poin dari kompetisi tersebut berperan dalam pemeringkatan yang berkaitan dengan kualifikasi Olimpiade.

Raja menyebut setiap negara hanya dapat menyelenggarakan satu kali kejurnas dalam satu tahun. Karena itu, kesempatan memperoleh poin dari ajang tersebut menjadi penting bagi atlet.

“Setiap negara hanya boleh menggelar satu kali kejurnas dalam setahun. Poin terbesar untuk penghitungan kualifikasi Olimpiade berasal dari ajang ini. Saat ini, delapan atlet hoki Indonesia sudah berlaga di kancah dunia, membuktikan peran Indonesia makin diperhitungkan,” kata Raja.

Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Kejurnas Hoki Ruangan dalam proses pemeringkatan. Atlet tidak hanya mengejar hasil pertandingan, tetapi juga memiliki kesempatan mengumpulkan poin untuk kebutuhan kualifikasi.

Atlet Diingatkan Jaga Sportivitas

Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Andrie T.U. Soetarno turut mengingatkan kembali catatan prestasi hoki Indonesia. Ia menyebut tim hoki Indonesia pernah menyumbang medali emas pada SEA Games Kamboja 2023.

Catatan tersebut menjadi salah satu pijakan bagi para atlet dalam menghadapi kompetisi. Andrie berharap seluruh peserta tampil maksimal selama kejuaraan berlangsung.

Selain mengejar prestasi, ia juga meminta atlet tetap menjaga sportivitas. Sikap tersebut penting untuk menyambut agenda olahraga besar berikutnya.

Pembinaan Hoki Banten Mengarah Jangka Panjang

Penyelenggaraan Kejurnas Hoki Ruangan 2026 mempertemukan kepentingan kompetisi dan pembinaan atlet. Banten tidak hanya menjalankan peran sebagai tuan rumah, tetapi juga menyiapkan arah pengembangan hoki untuk agenda olahraga berikutnya.

Andra Soni menempatkan pembinaan pelajar sebagai salah satu fokus pengembangan atlet. Pemerintah juga berencana melengkapi fasilitas hoki indoor dan field.

Sementara itu, FHI dan NOC Indonesia menyoroti nilai strategis kejurnas dalam pemeringkatan atlet. Dengan demikian, kompetisi di GOR Nambo Jaya Sport Center menjadi bagian dari rangkaian pembinaan dan persiapan atlet hoki Indonesia menuju berbagai agenda olahraga mendatang.

Terbaru Lainnya

```

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya