Percasi Tangerang Diharapkan Cetak Grandmaster
Wakil Gubernur Banten itu berharap kegiatan catur di Kabupaten Tangerang terus berkembang. Ia juga menargetkan pembinaan yang berjalan dapat melahirkan pecatur berprestasi.
“Mudah-mudahan Percasi Kabupaten Tangerang bisa mencetak grandmaster-grandmaster,” katanya.
Harapan tersebut disampaikan dalam konteks pembinaan olahraga catur melalui kompetisi. Semakin banyak pertandingan, pecatur memiliki ruang untuk menguji kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding.
Kegiatan Liga Catur dan Open Ngeround Non-Master juga memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai klub untuk berkompetisi. Ajang tersebut sekaligus mempertemukan para pecatur dalam satu kompetisi di Kabupaten Tangerang.
190 Peserta Ikuti Kompetisi
Ketua Panitia Ahmad Iski Sudrajat menyampaikan bahwa kompetisi tahun 2026 mendapat partisipasi dari 190 peserta. Mereka berasal dari 20 klub catur yang ada di Kabupaten Tangerang.
Peserta datang dengan latar kemampuan yang beragam. Bahkan, panitia mencatat terdapat peserta berusia 13 tahun bernama Nakia Azhar.
Kehadiran peserta muda menunjukkan kompetisi tersebut juga memberi ruang bagi pecatur usia dini untuk mendapatkan pengalaman. Mereka dapat menguji kemampuan melalui pertandingan dengan peserta lainnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari ruang pembinaan catur di Kabupaten Tangerang.
Kompetisi Berlangsung Tujuh Babak
Ahmad Iski Sudrajat menjelaskan sistem pertandingan yang digunakan dalam kategori ngeround. Kompetisi berlangsung dalam tujuh babak.
Panitia menentukan pemenang berdasarkan perolehan poin tertinggi. Jika terdapat dua peserta yang mengumpulkan poin sama, panitia menggunakan sistem Solkoff untuk menentukan pemenang.
“Untuk ngeround ada tujuh babak. Pemenangnya adalah peserta dengan poin tertinggi dan sistem solkoff jika ada dua pemenang dengan poin sama,” jelasnya.
Sistem tersebut membuat peserta harus menjaga konsistensi permainan sepanjang kompetisi. Setiap babak menjadi kesempatan untuk mengumpulkan poin sekaligus mempertahankan posisi dalam klasemen.
Catur Asah Strategi dan Kemampuan Berpikir
Pandangan Dimyati menempatkan catur sebagai olahraga yang memiliki unsur strategi kuat. Pemain tidak dapat menentukan langkah secara sembarangan karena setiap gerakan dapat memengaruhi posisi berikutnya.
Melalui kompetisi seperti Liga Catur Kabupaten Tangerang, para peserta mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Pengalaman pertandingan juga menjadi bagian dari proses pembinaan pecatur.
Dengan 190 peserta dari 20 klub, kegiatan ini menjadi salah satu ruang kompetisi bagi pecatur di Kabupaten Tangerang. Kehadiran peserta muda seperti Nakia Azhar juga memperlihatkan adanya ruang bagi generasi muda untuk ikut mengembangkan kemampuan dalam olahraga catur.
Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Dimyati mengarah pada pentingnya menjadikan catur sebagai sarana olah pikir. Kompetisi juga dapat menjadi bagian dari proses pembinaan agar Percasi Kabupaten Tangerang mampu melahirkan pecatur berprestasi hingga tingkat grandmaster.











