BMKG Dorong Daerah Gunakan Informasi Iklim
Faisal menjelaskan Indonesia memiliki karakteristik iklim yang beragam karena terbagi ke dalam 699 Zona Musim atau ZOM.
Karena itu, pemerintah daerah perlu menyesuaikan strategi mitigasi sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda. Kami mengimbau pemerintah daerah untuk memanfaatkan informasi yang disediakan BMKG dan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis BMKG di wilayah masing-masing agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi lokal,” ujarnya.
Selain itu, BMKG juga mendorong pemerintah daerah memasukkan risiko iklim dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan. Dengan langkah tersebut, pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
Sektor Pangan dan Energi Butuh Langkah Antisipasi
BMKG menilai musim kemarau panjang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian serta stabilitas harga pangan.
Karena itu, Faisal meminta berbagai pihak mempertimbangkan risiko iklim dalam proses penyusunan kebijakan ekonomi dan investasi.
“Kita harus mempertimbangkan aspek climate risk dalam perencanaan ekonomi dan investasi. Dengan mempertimbangkan risiko iklim secara lebih baik, produktivitas sektor pertanian dan stabilitas ekonomi dapat lebih terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, BMKG juga mendorong pengelola sektor energi memperkuat pengelolaan waduk dan sumber daya air secara adaptif.
Selain menjaga pasokan listrik, langkah tersebut juga membantu memenuhi kebutuhan irigasi dan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, BMKG juga mendorong penguatan cadangan air melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta percepatan diversifikasi sumber energi.
Menutup paparannya, Faisal menegaskan BMKG akan terus memantau dinamika atmosfer dan iklim secara berkelanjutan.
Selain itu, BMKG juga akan terus menyampaikan informasi serta peringatan dini kepada pemerintah dan masyarakat.
“Saya yakin, dengan koordinasi lintas sektor yang kuat, akan membuat kita bangsa Indonesia jauh lebih tangguh dan siap dalam menghadapi fenomena iklim ini,” pungkasnya.
Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
























