Perkembangan AI Jadi Perhatian
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ia menilai kemunculan teknologi baru, termasuk agent AI, perlu mendapat perhatian lebih dari kalangan akademisi dan peneliti.
Prabowo mendorong para guru besar dan profesor untuk terus mempelajari perkembangan teknologi tersebut agar Indonesia dapat memahami dampak serta peluang yang muncul di masa depan.
“Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin, juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini lah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tandasnya.
Menurut Presiden, perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan kesiapan berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan penelitian.
Teknologi Dinilai Membawa Peluang dan Tantangan
Perkembangan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir terus mengubah berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari komunikasi, pendidikan, pelayanan publik, hingga industri.
Di sisi lain, perubahan tersebut juga memunculkan tantangan baru yang membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Karena itu, Presiden menilai pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal sekaligus meminimalkan potensi dampak negatif yang muncul di masa mendatang.
























