Anggaran dan Aset Negara Ikut Jadi Perhatian
Selain aspek pendidikan dan operasional, Agus Jabo menaruh perhatian pada pengelolaan keuangan serta Barang Milik Negara (BMN) yang digunakan Sekolah Rakyat.
Ia meminta pengelolaan anggaran berlangsung secara tertib, efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga harus memastikan kejelasan status, pencatatan, penguasaan, pemanfaatan, serta dokumen serah terima seluruh aset negara.
“Setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan dan setiap aset negara harus jelas keberadaan serta statusnya,” tegasnya.
Menurut Agus Jabo, pengendalian terhadap keuangan dan aset semakin penting ketika Sekolah Rakyat memasuki masa transisi menuju sekolah permanen.
Pada saat yang sama, tidak semua persoalan dapat diselesaikan oleh sekolah atau satuan kerja. Masalah yang membutuhkan keputusan lintas unit, dukungan kebijakan, anggaran, maupun penyelesaian kelembagaan harus segera dieskalasikan kepada pimpinan.
“Jangan sampai suatu masalah berulang kali dibahas dalam rapat tetapi tidak pernah menghasilkan keputusan,” pesannya.
Gugus Tugas Diminta Fokus pada Solusi
Agus Jabo menegaskan bahwa keberhasilan Gugus Tugas tidak dapat diukur dari banyaknya rapat yang terlaksana. Ukuran yang lebih penting terletak pada kemampuan forum tersebut menyelesaikan masalah dan mencegah risiko.
“Ukuran keberhasilan Gugus Tugas bukan banyaknya rapat yang dilaksanakan, tetapi berapa banyak permasalahan yang berhasil diselesaikan dan berapa banyak risiko yang berhasil dicegah,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Gugus Tugas harus berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengendalian, pemecahan masalah, serta pengambilan keputusan lintas unit.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab pimpinan dalam sistem pengendalian. Kepala sekolah, pimpinan satuan kerja, dan unit terkait harus memahami bahwa pengendalian merupakan bagian dari tanggung jawab manajemen.
“APIP memberikan assurance (kepastian perlindungan) dan early warning (peringatan dini), tetapi pemilik risiko dan penanggung jawab utama tetap berada pada manajemen atau pimpinan unit kerja,” jelasnya.
Setiap pimpinan kemudian harus memastikan risiko terkelola, rekomendasi mendapat tindak lanjut, dan kelemahan yang muncul segera diperbaiki.
Kemensos Dorong Antisipasi Persoalan
Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono mengatakan pemantauan Sekolah Rakyat bertujuan melihat perkembangan penyelenggaraan program sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu diantisipasi.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi perizinan dan legalitas, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, peserta didik, operasional, serta pengawasan.
“Kami masih banyak mencatat beberapa hal yang menjadi isu-isu yang seharusnya bisa kita antisipasi,” kata Dody.
Dody menegaskan bahwa kekurangan yang muncul dari pemantauan bukan bertujuan memperlemah pelaksanaan Sekolah Rakyat. Temuan tersebut justru menjadi bahan untuk melakukan perbaikan.
Ia berharap Gugus Tugas bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat sinergi. Dengan demikian, rekomendasi hasil pemantauan dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berhenti sebagai dokumen laporan.
Pengendalian Diarahkan untuk Manfaat Anak
Pada akhir arahannya, Agus Jabo meminta rapat Gugus Tugas menghasilkan empat keluaran utama. Pertama, gambaran mengenai isu yang terjadi di seluruh Sekolah Rakyat.
Kedua, rapat harus menentukan persoalan yang menjadi prioritas penyelesaian. Ketiga, tersedia langkah penyelesaian lengkap dengan penanggung jawab dan batas waktu.
Keempat, pemerintah harus memiliki mekanisme monitoring dan eskalasi hingga seluruh persoalan dinyatakan selesai.
“Saya ingin memastikan bahwa hasil rapat ini tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi benar-benar menjadi instrumen pengendalian pelaksanaan Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Bagi Agus Jabo, pengendalian bukan sekadar instrumen untuk memastikan sekolah memenuhi ketentuan administratif. Pemerintah perlu melihat hasil akhirnya dari manfaat yang diterima anak-anak.
Sekolah Rakyat diharapkan mampu menyediakan pendidikan yang baik, lingkungan yang aman dan sehat, serta pembinaan yang baik. Pada akhirnya, program tersebut juga diharapkan membuka kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk keluar dari kemiskinan.











