Lokasi Berdampingan Jadi Perhatian Polisi
Kantor Desa Cikarang dan SD Negeri 1 Cikarang berada dalam area yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat penyidik menaruh perhatian lebih terhadap kemungkinan hubungan antara dua kejadian itu.
Petugas kini mendalami kemungkinan keterkaitan antara aksi yang terjadi di kedua lokasi tersebut.
Meski demikian, polisi belum mengambil kesimpulan terkait hubungan kedua kasus itu. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan tambahan dari sejumlah saksi.
“Posisi Kantor Desa Cikarang dan SD Negeri 1 Cikarang memang berdampingan. Karena itu, kami juga mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kedua kejadian tersebut. Namun, untuk saat ini kami masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan para saksi guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi,” kata Aipda Dani.
Selain memeriksa lokasi, petugas juga menelusuri petunjuk lain yang dapat membantu proses penyelidikan.
Inventaris Desa dan Sekolah Hilang
Hasil pendataan sementara menunjukkan pelaku membawa sejumlah barang inventaris dari Kantor Desa Cikarang.
Pelaku diduga mengambil empat unit printer, satu set komputer, dan satu unit laptop dari kantor desa tersebut.
Akibat kejadian itu, Pemerintah Desa Cikarang memperkirakan kerugian mencapai sekitar Rp30 juta.
Tidak hanya menimbulkan kerugian materi, hilangnya perangkat tersebut juga memengaruhi pelayanan administrasi masyarakat. Perangkat yang hilang selama ini digunakan untuk mendukung aktivitas pelayanan sehari-hari.
























