Arif Hidayat Negara Tidak Boleh Kalah oleh Kekerasan
Dalam orasinya, Wakil Ketua I DPC GRIB JAYA Kabupaten Lebak, Arif Hidayat, menegaskan bahwa aksi tersebut bertujuan memperjuangkan keadilan, bukan menciptakan kegaduhan.
“Hari ini kami datang bukan untuk mencari musuh, bukan untuk membuat keributan, dan bukan untuk mencari popularitas. Kami hadir membawa amanah masyarakat yang menginginkan keadilan. Siapa pun pelakunya, siapa pun yang berada di belakang dugaan penculikan dan pengeroyokan ini, harus diproses sesuai hukum. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme ataupun kekerasan,” katanya.
Arif kemudian mengingatkan bahwa seorang aktivis harus memiliki keberanian, integritas, dan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh aktivis, khususnya di Kabupaten Lebak. Menjadi aktivis bukan sekadar pandai berbicara atau berteriak saat aksi. Aktivis adalah orang yang berdiri paling depan ketika masyarakat membutuhkan pembelaan. Oleh karena itu, seorang aktivis harus memiliki keberanian, integritas, dan komitmen,” ungkapnya.
Menurut Arif, setiap aktivis juga harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kita harus siap menghadapi tekanan, siap menghadapi intimidasi, siap menerima berbagai risiko perjuangan. Kalau tidak siap memperjuangkan rakyat, lebih baik jangan memilih jalan sebagai aktivis.” tegasnya.
Kekerasan Tidak Bisa Dibenarkan
Meski menilai perjuangan aktivis membutuhkan keberanian, Arif menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan kekerasan.
“Saya tegaskan, keberanian seorang aktivis bukan berarti membenarkan adanya penculikan, pengeroyokan, atau intimidasi. Justru karena kita hidup di negara hukum, siapa pun yang melakukan tindakan kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Tidak boleh ada yang kebal hukum,” ungkapnya.
Pernyataan itu mendapat dukungan dari peserta aksi. Mereka kembali mendesak aparat mempercepat penyelidikan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Serukan Persatuan di Tengah Perbedaan
Pada kesempatan yang sama, Arif juga menyampaikan penghormatan kepada Pak Fam Fuk Tjhong alias Uun. atas kepeduliannya terhadap masyarakat Kabupaten Lebak.
“Saya ingin memberikan penghormatan kepada Pak Fam Fuk Tjhong alias Uun.. Beliau memang memiliki keyakinan yang berbeda dengan saya, yaitu beragama Hindu. Namun saya melihat beliau bukan dari agamanya, melainkan dari ketulusan dan kepeduliannya terhadap masyarakat Kabupaten Lebak. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, beliau hadir. Ketika ada ketidakadilan, beliau ikut bersuara,” lanjutnya.
Ia menilai kepedulian sosial menjadi bukti bahwa perjuangan kemanusiaan tidak mengenal perbedaan latar belakang maupun keyakinan.
“Ini membuktikan bahwa perjuangan kemanusiaan tidak mengenal batas agama, suku, ras, ataupun golongan. Orang baik harus kita hormati, siapa pun dia dan apa pun keyakinannya.”
Arif juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.
“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling membenci. Justru perbedaan adalah kekuatan untuk bersama-sama membangun Kabupaten Lebak yang damai, adil, dan bermartabat. Selama seseorang berjuang demi kepentingan masyarakat, kita wajib menghargai dan mendukungnya,” tutup Arif.
Massa Berkomitmen Mengawal Proses Hukum
Dalam pernyataan sikapnya, massa meminta aparat penegak hukum bekerja secara objektif, profesional, dan transparan. Mereka juga meminta aparat memberikan perlindungan kepada korban serta saksi agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.
Aparat kepolisian mengawal jalannya aksi sejak awal hingga selesai. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan damai. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara teratur.
Sebelum meninggalkan lokasi, peserta aksi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum hingga seluruh pihak yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.
(Red-AN)











