LEBAK, ARTISTIKNEWS.COM -Aksi pencurian kembali menyasar lingkungan pendidikan di Kabupaten Lebak. Kali ini pelaku diduga membobol SDN 1 Cisimeut yang berada di Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pada Kamis malam menuju Jumat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, aksi tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian itu membuat sejumlah barang inventaris sekolah hilang dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp15 juta.
Pihak sekolah langsung melakukan pemeriksaan setelah mengetahui kondisi sejumlah ruangan terlihat tidak seperti biasanya. Setelah memastikan adanya kehilangan inventaris, pihak sekolah segera mengambil langkah dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian.
Penjaga Sekolah Pertama Mengetahui Kejadian
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu penjaga sekolah yang melakukan pengecekan di lingkungan sekolah. Setelah mengetahui adanya kondisi yang mencurigakan, pihak sekolah kemudian memeriksa beberapa ruangan dan fasilitas yang berada di area sekolah.
Operator SDN 1 Cisimeut, Herman, mengatakan dirinya masih berada di lingkungan sekolah pada malam sebelum kejadian berlangsung.
“Saya semalam memang ada kegiatan di sekolah dan pulang sekitar pukul 23.00 WIB,” ujar Herman.
Menurut keterangan yang diperoleh, dugaan aksi pencurian terjadi beberapa jam setelah dirinya meninggalkan lokasi sekolah.
Pelaku Diduga Membuka Lemari dan Ruang Sekolah
Saat pemeriksaan berlangsung, pihak sekolah melihat sejumlah ruangan dalam kondisi tidak seperti biasanya.
Lemari serta meja guru juga tampak sudah terbuka. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaku sempat memeriksa beberapa ruangan untuk mencari barang yang memiliki nilai ekonomi.
Herman menjelaskan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan beberapa inventaris sekolah sudah tidak berada di tempatnya.
“Setelah kami melakukan pengecekan, ada beberapa barang yang hilang, yaitu satu unit printer Epson, satu unit proyektor scanner Epson, dan satu unit salon aktif bluetooth. Saat kami lihat juga lemari dan meja guru sudah dalam keadaan terbuka,” kata Herman.
Pihak sekolah saat ini masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada inventaris lain yang ikut hilang.
























