ArtistikNews
Posted in

Ketua JPI Desak Polres Lebak Tangkap Pelaku Pembobolan Tiga Sekolah dan Kantor Desa

Ketua JPI Desak Polres Lebak Tangkap Pelaku Pembobolan Tiga Sekolah dan Kantor Desa
Ketua Jaringan Pewarta Indonesia (JPI) menyoroti maraknya kasus pembobolan fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan di Kabupaten Lebak serta mendesak aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian. Ilustrasi buatan AI.

LEBAK, ARTISTIKNEWS.COM – Rentetan kasus pencurian yang menyasar fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan mengguncang Kabupaten Lebak. Dalam dua malam berturut-turut, pelaku diduga membobol tiga sekolah dasar negeri dan satu kantor desa di wilayah Kecamatan Muncang dan Kecamatan Leuwidamar. Jumat (3/7/2026).

Rangkaian kejadian tersebut memunculkan keresahan di tengah masyarakat karena tidak hanya menyebabkan kerugian materi hingga puluhan juta rupiah, tetapi juga berpotensi mengganggu pelayanan publik serta kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Seluruh kejadian itu kini sudah masuk ke penanganan aparat kepolisian. Petugas juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

Aksi Pertama Menyasar Kantor Desa dan Sekolah di Muncang

Rangkaian pembobolan mulai terjadi pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026. Pelaku pertama kali menyasar Kantor Desa Cikarang dan SD Negeri 1 Cikarang di Kecamatan Muncang.

Dua lokasi tersebut berada dalam area yang berdekatan.

Di Kantor Desa Cikarang, pelaku membawa sejumlah perangkat yang biasa digunakan untuk pelayanan administrasi masyarakat. Dari hasil pendataan sementara, barang yang hilang meliputi satu unit laptop, satu set komputer, dan empat unit printer.

Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta.

Pada lokasi berbeda di wilayah yang sama, pelaku juga masuk ke SD Negeri 1 Cikarang. Dari sekolah tersebut, pelaku membawa kabur satu unit proyektor atau infokus serta satu unit laptop.

Sekolah memperkirakan nilai kerugian akibat kejadian itu mencapai sekitar Rp15 juta.

Kehilangan perangkat tersebut dikhawatirkan memengaruhi aktivitas sekolah karena peralatan itu selama ini membantu kebutuhan pendidikan dan administrasi.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya

error: Content is protected !!