ArtistikNews
Posted in

Ketua JPI Desak Polres Lebak Tangkap Pelaku Pembobolan Tiga Sekolah dan Kantor Desa

Ketua JPI Desak Polres Lebak Tangkap Pelaku Pembobolan Tiga Sekolah dan Kantor Desa
Ketua Jaringan Pewarta Indonesia (JPI) menyoroti maraknya kasus pembobolan fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan di Kabupaten Lebak serta mendesak aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian. Ilustrasi buatan AI.

Malam Berikutnya Pelaku Sasar SDN 1 Sukanagara

Belum hilang rasa khawatir masyarakat akibat kejadian sebelumnya, aksi serupa kembali terjadi pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026. Kali ini pelaku diduga masuk ke SD Negeri 1 Sukanagara yang berada di Desa Sukanagara, Kecamatan Muncang.

Dari lokasi itu, pelaku membawa kabur 15 unit komputer yang selama ini sekolah gunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran siswa. Sampai saat ini, pihak sekolah masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang muncul akibat kejadian tersebut.

Kepala SD Negeri 1 Sukanagara, Sutihat, mengungkapkan dugaan jalur yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

“Kami menduga pelaku masuk melalui gerbang belakang sekolah, kemudian menuju ruang kepala sekolah yang saat itu digunakan untuk menyimpan perangkat komputer. Dari lokasi tersebut, pelaku membawa kabur 15 unit komputer,” ujar Sutihat.

Hilangnya perangkat komputer tersebut menimbulkan kekhawatiran karena fasilitas itu memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar siswa.

SD Negeri 1 Cisimeut Juga Menjadi Sasaran

Pada malam yang sama, dugaan pembobolan juga terjadi di SD Negeri 1 Cisimeut, Desa Cisimeut Induk, Kecamatan Leuwidamar. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak sekolah, kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat dini hari, 3 Juli 2026.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pelaku membawa sejumlah inventaris sekolah. Barang yang hilang antara lain satu unit printer Epson, dua unit proyektor Epson, serta satu unit salon atau speaker aktif.

Pihak sekolah masih melanjutkan proses pendataan untuk memastikan nilai keseluruhan kerugian.

Selain kehilangan inventaris, kondisi ruangan sekolah juga memunculkan dugaan bahwa pelaku sempat membuka sejumlah tempat penyimpanan untuk mencari barang yang memiliki nilai jual.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya

error: Content is protected !!