Pusat Gempa Berada di Laut
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 6,79 Lintang Selatan dan 105,12 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di kawasan perairan Selat Sunda yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas tektonik cukup tinggi.
BMKG kemudian memperbarui parameter gempa setelah menerima data tambahan dari jaringan pemantauan. Hasil pembaruan itu tidak mengubah kesimpulan awal sehingga lembaga tersebut tetap memastikan gempa Magnitudo 5,5 tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG Minta Warga Ikuti Informasi Resmi
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta memahami langkah penyelamatan diri apabila kembali terjadi guncangan.
Langkah yang dianjurkan antara lain melindungi kepala, menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, serta menuju area terbuka apabila situasi memungkinkan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gempa hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang dikelola BMKG sehingga masyarakat dapat memperoleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pemantauan Terus Dilakukan
Hingga berita ini diterbitkan, instansi terkait masih memantau kondisi di wilayah yang merasakan getaran untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan akibat gempa tersebut.
BMKG menyatakan akan terus memperbarui informasi apabila terdapat perubahan data maupun perkembangan terbaru terkait aktivitas kegempaan di kawasan Selat Sunda.
Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa, kesiapsiagaan tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana, termasuk dengan mengikuti informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
(Red). Sumber: BMKG.Â
























