KUTAI BARAT, ARTISTIKNEWS.COM – Rombongan Ustaz Abdul Somad (UAS) menghadapi aksi penghadangan saat tiba di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026). Massa menghentikan iring-iringan kendaraan di sekitar Bandara Melalan sebelum rombongan bergerak menuju Kecamatan Melak. Video kejadian ini kemudian menyebar luas di media sosial dan menarik perhatian publik. Meski sempat terjadi ketegangan, aparat memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan aman.
Massa Hadang Rombongan di Pintu Keluar Bandara
Sejumlah orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak menghadang rombongan UAS tepat di pintu keluar Bandara Melalan. Mereka berdiri di jalur kendaraan dan mencoba menghentikan laju iring-iringan menuju lokasi kegiatan.
Polisi mengonfirmasi jumlah massa yang terlibat dalam aksi tersebut. Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, menyebut kelompok itu tidak terlalu besar namun cukup mengganggu arus perjalanan rombongan.
“Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang,” kata Sukoco seperti yang dikutip detikKalimantan, Minggu (5/7/2026).
Dalam rekaman video yang beredar, beberapa orang bahkan memanjat bagian atas kendaraan saat mencoba menghentikan rombongan. Aparat TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi untuk mengendalikan situasi.
Petugas gabungan TNI dan Polri segera mengamankan jalur iring-iringan begitu insiden terjadi. Mereka mengatur ulang formasi kendaraan agar rombongan tetap bisa melanjutkan perjalanan tanpa gangguan tambahan.
Aparat juga memperketat pengawalan di setiap titik lintasan untuk mencegah aksi susulan. Langkah ini mereka ambil demi menjaga keamanan tokoh agama yang hadir di wilayah tersebut.
Polisi kemudian meluruskan kesalahpahaman yang muncul di lokasi. Kendaraan yang sempat dihentikan massa ternyata bukan mobil yang membawa UAS.
“Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya,” jelas Sukoco.
Sebelum UAS tiba, pemerintah daerah bersama Forkopimda, tokoh adat, dan unsur masyarakat sudah duduk bersama dalam rapat koordinasi. Mereka menyepakati teknis kedatangan dan pelaksanaan seluruh agenda kegiatan.
























