ArtistikNews
Posted in

Airlangga IPO Berlanjut Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia

Airlangga IPO Berlanjut Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia dan pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta. ekon.go.id (Istimewa).

JAKARTA, ARTISTIKNEWS.COM – Aktivitas Initial Public Offering (IPO) yang terus berlangsung di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal nasional tetap terjaga. Pemerintah menilai tren tersebut menjadi salah satu sinyal positif bagi penguatan dunia usaha sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu saat menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya IPO perdana pada masa kepemimpinan Direktur Utama BEI yang baru.

“Selamat dan pecah telur bagi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru, ini IPO pertama kali (sejak menjabat),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia sekaligus Pencatatan Perdana Saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) di Jakarta, Selasa (7/07).

IPO Dinilai Cerminkan Optimisme Dunia Usaha

Pemerintah memandang pencatatan saham perdana PT Niramas Utama Tbk menjadi momentum penting bagi pasar modal Indonesia. IPO tersebut merupakan pencatatan saham kedua sepanjang 2026 yang berlangsung di tengah fluktuasi pasar saham.

Meski kondisi pasar masih dinamis, perusahaan tetap memilih menghimpun pendanaan melalui pasar modal. Langkah itu menunjukkan pelaku usaha masih optimistis terhadap prospek ekonomi nasional.

Optimisme tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka itu mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Pemerintah mencatat konsumsi masyarakat tetap kuat, investasi terus meningkat, dan berbagai reformasi ekonomi berhasil menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Industri Makanan dan Minuman Jadi Penopang Ekonomi

Airlangga menjelaskan sektor industri makanan dan minuman masih menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Pada triwulan I 2026, sektor tersebut memberikan kontribusi 7,31 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kontribusi itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 7,20 persen.

Selain memberikan kontribusi besar terhadap PDB, industri makanan dan minuman juga mencatat pertumbuhan 7,04 persen. Peningkatan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) turut mendorong capaian tersebut.

Kinerja positif sektor ini memperlihatkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi domestik.

Minat Investor Terhadap Sektor Riil Tetap Tinggi

Selain pertumbuhan produksi, sektor makanan dan minuman juga menarik minat investasi dalam jumlah besar.

Pada triwulan I 2026, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp10,48 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp16,34 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan investor masih menaruh kepercayaan terhadap sektor riil Indonesia.

Pemerintah menilai besarnya investasi tersebut mencerminkan pasar domestik yang tetap bergairah, daya beli masyarakat yang stabil, serta iklim investasi nasional yang terus membaik.

Reformasi Pasar Modal Terus Berlanjut

Pemerintah terus memperkuat reformasi di sektor pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor.

Salah satu indikatornya terlihat dari keputusan lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026.

Keputusan tersebut memperlihatkan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sekaligus meningkatkan kredibilitas pasar modal nasional di mata investor internasional.

Pemerintah meyakini reformasi yang terus berjalan akan memperkuat daya saing sektor keuangan Indonesia.

IPO Diharapkan Dorong Ekspansi Dunia Usaha

Pemerintah berharap semakin banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

Dana yang diperoleh melalui IPO dapat membantu perusahaan memperluas kapasitas produksi, mempercepat inovasi, memperbesar skala usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Melalui langkah tersebut, dunia usaha diharapkan memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ke depan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus memperkuat transparansi, tata kelola perusahaan, serta perlindungan investor.

Langkah tersebut juga bertujuan memperdalam pasar modal Indonesia, memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, dan memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menutup sambutannya, Airlangga menyampaikan masih terdapat sejumlah perusahaan yang bersiap mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia.

“Jadi ada enam emiten yang selanjutnya akan mencatatkan saham perdananya,” pungkas Menko Airlangga.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Saidu Solihin, Komisaris Utama PT Niramas Utama Tbk Sadikun Wiratno, Komisaris Independen PT Niramas Utama Tbk Rycko Amelza Dahniel, Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk Ham Japyusuf Hamdani, Direktur PT Niramas Utama Tbk Adhi Siswaya Lukman, serta jajaran direksi dan manajemen PT Niramas Utama Tbk.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten ini dilindungi. Kalau mau pakai atau mengutip, silakan izin dulu ya