Posted in

Presiden Indonesia Percepat Kemandirian Energi dan Industri Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Presiden menghadiri Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Presiden menyampaikan sambutan pada Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintah Percepat Pengembangan Bioetanol

Selain mengembangkan B50, pemerintah mempercepat program bioetanol untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Di sisi lain, Presiden menilai Indonesia berpeluang menerapkan campuran bioetanol hingga E20. Namun, target tersebut memerlukan tambahan pabrik agar dapat direalisasikan.

“Tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20, butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik. India sudah E20. India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia tidak bisa, Indonesia bisa kan? Bisa. Bisa,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, pemerintah menargetkan pembangunan sedikitnya 30 hingga 50 pabrik bioetanol. Langkah tersebut bertujuan mempercepat penggunaan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor.

Industri Otomotif Nasional Terus Berkembang

Sementara itu, Presiden optimistis kemampuan industri manufaktur nasional akan terus meningkat.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan meluncurkan motor listrik nasional sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri otomotif dalam negeri. Di samping itu, pemerintah terus mendorong lahirnya kendaraan hasil karya anak bangsa.

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” kata Presiden.

Menurutnya, pengembangan kendaraan nasional menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing industri. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dalam negeri juga akan semakin luas.

Terbaru Lainnya

Artikel Pilihan

```